1. Pemilihan Benih
- Pilih benih bunga matahari berkualitas sesuai kebutuhan:
- Jenis hias → untuk keindahan taman.
- Jenis biji konsumsi → untuk diolah jadi kuaci atau minyak.
2. Persiapan Media Tanam
- Tanah: gembur, subur, dan tidak tergenang air.
- pH tanah: 6,0 – 7,5.
- Campurkan tanah dengan pupuk kandang/kompos agar lebih kaya nutrisi.
3. Penanaman
- Buat lubang sedalam 2–3 cm.
- Masukkan 1–2 biji bunga matahari, lalu tutup tipis dengan tanah.
- Jarak antar tanaman: 30–45 cm (untuk jenis hias), atau lebih lebar jika untuk panen biji.
4. Perawatan
- Penyiraman: cukup 1–2 kali sehari, jangan sampai tanah becek.
- Pemupukan: beri pupuk NPK atau organik setiap 2–3 minggu.
- Penyiangan: bersihkan gulma di sekitar tanaman agar tidak berebut nutrisi.
- Sinar matahari: pastikan mendapat cahaya 6–8 jam per hari.
5. Pertumbuhan & Perkembangan
- Bunga matahari tumbuh cepat, tinggi bisa mencapai 1–3 meter tergantung varietas.
- Biasanya mulai berbunga setelah 60–80 hari sejak ditanam.
6. Panen
- Jika untuk hias, cukup nikmati bunganya ketika mekar penuh.
- Jika untuk biji, panen saat bagian belakang bunga berubah menjadi cokelat kekuningan dan biji tampak keras.
Sumber: Bitanic Info