Sayuran 11 September 2025 Admin

Budidaya Bengkuang: Peluang Agribisnis yang Menjanjikan

Budidaya Bengkuang: Peluang Agribisnis yang Menjanjikan

Bengkuang (Pachyrhizus erosus) adalah tanaman umbi yang populer di Indonesia. Umbinya berwarna putih dengan rasa manis dan segar, sering dikonsumsi sebagai buah potong, campuran rujak, maupun bahan kecantikan. Selain segar dikonsumsi, bengkuang juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena permintaan pasar yang stabil.

Syarat Tumbuh Bengkuang

Agar hasil budidaya optimal, ada beberapa syarat tumbuh yang perlu diperhatikan:

  • Iklim: Tumbuh baik di daerah tropis dengan curah hujan sedang.
  • Tanah: Subur, gembur, dan memiliki drainase baik (lempung berpasir).
  • pH Tanah: Ideal antara 5,5–7.
  • Suhu: 25–30°C.
  • Ketinggian: Cocok ditanam di dataran rendah hingga 1.500 mdpl.

Langkah-Langkah Budidaya Bengkuang

1. Persiapan Lahan

  • Bersihkan gulma dan sisa tanaman sebelumnya.
  • Cangkul tanah sedalam ±30 cm, kemudian ratakan.
  • Buat bedengan dengan lebar 1 m, tinggi 30 cm, jarak antarbedengan 40 cm.
  • Berikan pupuk dasar berupa pupuk kandang ±15 ton/ha agar tanah subur.

2. Pemilihan Benih

  • Gunakan benih dari tanaman bengkuang sehat dan berumur ±10 bulan.
  • Pilih biji yang bernas, tidak keriput, dan berwarna cokelat mengkilap.
  • Sebelum tanam, benih dapat direndam air hangat selama 3–4 jam.

3. Penanaman

  • Buat lubang tanam sedalam 3–5 cm dengan jarak tanam 30x40 cm.
  • Masukkan 1–2 biji ke setiap lubang, lalu tutup tipis dengan tanah.
  • Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar kebutuhan air tercukupi.

4. Pemeliharaan Tanaman

  • Penyulaman: Lakukan 1–2 minggu setelah tanam untuk mengganti benih yang tidak tumbuh.
  • Penyiangan: Bersihkan gulma yang tumbuh agar tidak mengganggu tanaman.
  • Pemupukan:
    • Pupuk susulan I (umur 3 minggu): Urea 100 kg/ha.
    • Pupuk susulan II (umur 6 minggu): Urea 50 kg/ha + KCl 100 kg/ha.
  • Pengairan: Bengkuang tidak tahan genangan, jadi perhatikan drainase agar tidak tergenang air.
  • Pemangkasan: Pucuk tanaman biasanya dipangkas untuk merangsang pembentukan umbi.

5. Pengendalian Hama dan Penyakit

  • Hama utama: Ulat grayak, kutu daun, dan belalang.
  • Penyakit: Busuk akar dan bercak daun.
  • Pencegahan dapat dilakukan dengan rotasi tanaman, menjaga kebersihan lahan, dan menggunakan pestisida nabati bila perlu.

6. Panen Bengkuang

  • Umur panen bengkuang biasanya 5–9 bulan setelah tanam, tergantung varietas.
  • Ciri-ciri siap panen: daun mulai menguning dan layu, serta umbi terlihat besar bila tanah disingkap.
  • Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman, kemudian membersihkan umbi dari tanah.

Potensi Pasar Bengkuang

Bengkuang banyak dibutuhkan di pasar tradisional, supermarket, hingga industri makanan dan kosmetik. Dengan harga yang relatif stabil dan biaya produksi yang tidak terlalu tinggi, budidaya bengkuang bisa menjadi peluang bisnis agribisnis yang menjanjikan bagi petani maupun pengusaha pemula.

 

Sumber: Bitanic Info
Semua Artikel Kembali ke Beranda