Tanaman rimpang adalah kelompok tumbuhan yang memiliki akar batang bawah tanah yang tebal dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan. Rimpang dikenal juga sebagai rhizoma, yang tumbuh secara horizontal di bawah permukaan tanah. Contoh tanaman rimpang yang terkenal adalah jahe, kunyit, lengkuas, kencur, dan temulawak. Rimpang memiliki peran penting dalam pertumbuhan tanaman. Selain berfungsi sebagai penyimpan nutrisi, rimpang juga berfungsi sebagai alat perbanyakan vegetatif. Dengan kata lain, rimpang dapat menumbuhkan tunas baru yang berkembang menjadi tanaman baru tanpa perlu biji. Sifat ini memungkinkan tanaman rimpang untuk bertahan hidup dalam kondisi lingkungan yang kurang menguntungkan, seperti musim kering. Tanaman rimpang sering dimanfaatkan dalam berbagai sektor, termasuk kuliner, pengobatan, dan industri kecantikan. Jahe, misalnya, sering digunakan sebagai rempah-rempah dalam masakan dan minuman, serta sebagai bahan obat herbal yang dipercaya memiliki khasiat anti-inflamasi. Kunyit dan temulawak juga populer dalam dunia kesehatan karena mengandung senyawa kurkumin yang bersifat antioksidan dan dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan. Secara ekologis, tanaman rimpang juga dapat berfungsi sebagai tanaman konservasi tanah, karena sistem akar mereka yang kuat dapat membantu mencegah erosi tanah di daerah-daerah rawan longsor.