Umum 06 Agustus 2024 Admin

Peternakan Bisa diintegrasikan dengan Pertanian ?

Peternakan Bisa diintegrasikan dengan Pertanian ?

Sistem pertanian terintegrasi atau terpadu adalah suatu sistem yang memadukan antara kegiatan peternakan dan pertanian. Sistem ini sering disebut sebagai sistem pertanian tanpa limbah karena limbah tanaman diolah menjadi pakan ternak juga cadangan pakan pada musim kemarau. Lalu untuk limbah ternak seperti feses dan urin diolah menjadi biogas, biourine, pupuk organik, dan biopestisida. Integrasi hewan ternak dan tanaman dimaksudkan untuk memperoleh hasil usaha yang optimal. 

 

Salah satu sistem usaha tani yang dapat mendukung pembangunan pertanian di wilayah pedesaan adalah sistem integrasi tanaman ternak. Cirinya yaitu terdapatnya keterkaitan yang saling menguntungkan antara tanaman dengan ternak. Keterkaitan tersebut terlihat dari pembagian lahan yang saling terpadu dan pemanfaatan limbah dari masing masing komponen. Saling keterkaitan berbagai komponen sistem integrasi merupakan faktor pemicu dalam mendorong pertumbuhan pendapatan masyarakat tani dan pertumbuhan ekonomi wilayah yang berkelanjutan.

 

Devendra (1993) dalam Priyanti (2007) menyatakan bahwa terdapat delapan keuntungan dari penerapan pola sistem integrasi tanaman dan ternak, yaitu (1) diversifikasi penggunaan sumber daya produksi, (2) mengurangi terjadinya risiko usaha, (3) efisiensi penggunaan tenaga kerja, (4) efisiensi penggunaan input produksi, (5) mengurangi ketergantungan energi kimia dan biologi serta masukan sumber daya lainnya, (6) sistem ekologi lebih lestari serta tidak menimbulkan polusi sehingga ramah lingkungan, (7) meningkatkan output, dan (8) mampu mengembangkan rumah tangga petani yang berkelanjutan.

 

Sumber: Sumber : Pasandaran, E., A. Djayanegara, IK. Kariyasa, dan F. Kasryno. (2006). Integrasi Tanaman Ternak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.
Semua Artikel Kembali ke Beranda