Umum 03 Juli 2024 Admin

Irigasi pada Kondisi Ekstrem Seperti Gurun

Irigasi pada Kondisi Ekstrem Seperti Gurun

Banyak yang mengira menanam di media tanam pasir seperti di gurun sulit dilakukan. Lahan pertanian di gurun tidak sesuai jika diterapkan teknik irigasi untuk area seperti kebun tropis. Permasalahan utamanya berasal dari ketersediaan air yang tidak memadai dan cuaca ekstrem yang menyulitkan tanaman dalam menyerap air dengan baik. Namun hal ini bisa di atasi dengan menerapkan Irigasi Poros Tengah atau Center Pivot Irrigation (CPI).

CPI menjadi sistem irigasi mekanis yang sering digunakan pada pertanian dengan kondisi ekstrem seperti area gurun yang berada di Timur Tengah. Sistem ini menggunakan nozel jenis sprinkler yang terpasang pada alat. Alat tersebut berupa pipa yang terpasang pada tiang beroda dan terhubung dengan sumber air berupa menara di area tengah lahan. Alat ini akan bergerak memutari lahan selama penyiraman berlangsung. Pompa hidrolik pada menara membantu pengisian penampungan air yang berasal dari bawah tanah untuk disalurkan ke nozel melalui pipa. Terdapat trik atau cara khusus pada CPI agar air tidak mudah menguap yaitu nozel dipasang pada selang yang sudah terhubung dengan pipa dan digantungkan lebih dekat dengan tanaman. 

Kelebihan sistem CPI dapat diterapkan pada lahan dengan area yang sangat luas atau pada permukaan tanah yang tidak datar. Penggunaan air menjadi lebih efisien karena dapat dilakukan pengaturan debit air serta posisi nozel yang disesuaikan dengan tanaman. Namun sistem ini memiliki kekurangan yaitu biaya instalasi yang mahal, tanaman tidak dapat menyerap air secara optimal karena penyiraman di area permukaan tanaman, dan berpotensi besar mengurangi persediaan air dibawah tanah.

 

Sumber: Komet - https://www.kometirrigation.com/news-blog/about-pivot-irrigation
Semua Artikel Kembali ke Beranda