Kacang kedelai adalah tanaman pangan penting kaya protein yang banyak dibudidayakan karena permintaan pasar tinggi (tempe, tahu, kecap, pakan ternak). Tanaman ini tergolong mudah dirawat dan memiliki masa panen relatif cepat, sekitar 75–100 hari.
1. Persiapan Lahan
a. Kondisi Lahan Ideal
- Tanah gembur, subur, pH 5,8 – 7,0
- Jenis tanah: latosol, aluvial, regosol, atau tanah liat berpasir
- Drainase baik, tidak tergenang
b. Pengolahan Tanah
- Bajak dan gemburkan tanah sedalam ±20–30 cm
- Bersihkan gulma dan sisa tanaman sebelumnya
- Buat bedengan lebar 100–120 cm, tinggi 20–30 cm
- Jarak antarbedeng 40–50 cm untuk saluran air
c. Pemupukan Dasar
Berikan pupuk dasar per hektare:
- 50–75 kg Urea
- 100–150 kg SP-36
- 50–100 kg KClTambahkan kompos/pupuk kandang 1–2 ton/ha untuk meningkatkan kesuburan tanah.
2. Pemilihan Benih Unggul
Gunakan benih bersertifikat (varietas Anjasmoro, Grobogan, Argomulyo, Dering 1, dsb.).
Ciri benih unggul:
- Bersih, tidak keriput, tidak pecah
- Tingkat kemurnian tinggi
- Daya tumbuh > 80%
Perlakuan Benih (Opsional)
Benih bisa direndam dalam air hangat 30 menit atau dicampur Rhizobium untuk meningkatkan pertumbuhan akar.
3. Penanaman
a. Waktu tanam
- Awal musim hujan (Oktober–November) atau akhir musim hujan (Februari–Maret).Kedelai tidak suka hujan berlebihan.
b. Cara Tanam
- Buat lubang sedalam 2–3 cm
- Jarak tanam:
- 40 × 15 cm (umum)
- 30 × 15 cm (varietas pendek)
- Masukkan 2–3 biji per lubang
- Tutup kembali dengan tanah halus
4. Pemeliharaan
a. Penyulaman (umur 6–10 hari)
Ganti tanaman yang mati atau tidak tumbuh.
b. Penyiangan
- Lakukan 2 kali: umur 2–3 minggu dan 5–6 minggu
- Bersihkan gulma di sekitar tanaman agar nutrisi tidak bersaing.
c. Pembumbunan
Timbun pangkal tanaman dengan tanah agar akar kuat dan tidak roboh.
d. Pemupukan Susulan
Umur 20–25 hari:
- 25–50 kg/ha Urea
- 50–100 kg/ha KClSemprotkan pupuk hayati/Biofertilizer untuk menambah nodul akar.
e. Pengairan
- Kedelai tidak boleh tergenang
- Siram saat fase awal, berbunga, dan pembentukan polong
- Hindari penyiraman berlebihan
5. Pengendalian Hama & Penyakit
Hama utama:
- Ulat grayak, ulat polong
- Kutu daun
- Lalat kacang
Pengendalian:
- Gunakan insektisida sesuai dosis
- Gunakan perangkap lampu untuk ulat
- Terapkan rotasi tanaman untuk mencegah serangan berulang
Penyakit:
- Layu Fusarium
- Karat daun (Phakopsora pachyrhizi)
- Busuk akar
Pengendalian:
- Gunakan fungisida sistemik
- Gunakan benih sehat dan drainase yang baik
- Tanam varietas tahan penyakit
6. Pemanenan
Ciri tanaman siap panen:
- Daun menguning dan rontok
- Polong berwarna cokelat kekuningan
- Biji keras dan bernas
Umur panen rata-rata: 75–100 hari tergantung varietas.
Cara panen
- Cabut seluruh tanaman atau potong pangkalnya
- Keringkan 2–3 hari
- Perontokan dengan alat (thresher) atau manual
7. Pasca Panen
a. Pengeringan
Keringkan biji sampai kadar air ±12% agar tahan simpan.
b. Sortasi
Pisahkan biji pecah, hitam, atau rusak.
c. Penyimpanan
Simpan dalam karung kain atau karung kertas, di tempat kering dan berventilasi bagus.