1. Persiapan Lahan / Media Tanam
Sawi putih bisa ditanam di lahan kebun atau pot/polybag.
a. Jika di lahan
- Gemburkan tanah sedalam 20–30 cm.
- Buat bedengan lebar 1–1,2 meter, tinggi 20–30 cm.
- Campurkan pupuk dasar:
- Pupuk kandang/kompos: 2–3 kg/m²
- Dolomit: 1–2 ons/m² bila tanah terlalu asam (pH ideal 5,5–6,5).
- Aduk rata dan diamkan 3–5 hari.
b. Jika di polybag
- Gunakan polybag ukuran minimal 30 cm.
- Campuran media:
- Tanah 50%
- Kompos/kotoran kambing matang 30%
- Sekam bakar 20%
- Aduk rata dan biarkan 1–2 hari sebelum tanam.
2. Pemilihan Benih
Pilih benih unggul, tahan penyakit, dan daya kecambah > 90%.Beberapa varietas populer: Naga F1, Super Caisim, Green Pakchoi, atau White Napa.
3. Penyemaian Benih
- Isi tray semai dengan media halus (tanah + kompos + sekam).
- Buat lubang kecil ±0,5 cm.
- Masukkan 1 biji per lubang.
- Siram halus (spray) 1–2 kali sehari.
- Letakkan ditempat teduh & terang.
- Bibit siap pindah tanam usia 14–21 hari atau memiliki 4–5 helai daun.
4. Penanaman di Lahan / Polybag
- Jarak tanam ideal:
- Lahan: 40 × 40 cm atau 45 × 45 cm
- Polybag: 1 tanaman/polybag
- Tanam bibit sore hari agar tidak stres.
- Siram secukupnya setelah tanam.
5. Penyiraman
- Penyiraman dilakukan pagi & sore.
- Jangan terlalu basah karena memicu busuk akar.
- Pada musim hujan, kurangi frekuensi siram.
6. Pemupukan Lanjutan
a. Umur 7 hari setelah tanam (HST)
- Pupuk organik cair (POC): 5–10 ml/liter air
- Siramkan ke pangkal tanaman seminggu 1 kali.
b. Umur 14–21 HST
- Berikan pupuk NPK 16:16:16 dosis 1 sendok makan per 10 tanaman, tabur melingkar.
c. Umur 25–30 HST
- Tambah pupuk K (kalium) untuk pembentukan krop:
- KNO3 merah/putih 5 gram per liter, semprot daun.
7. Pengendalian Hama & Penyakit
Hama umum:
- Ulat grayak
- Kutu daun
- Siput
Pengendalian:
- Gunakan insektisida nabati (ekstrak daun mimba, bawang putih, atau serai).
- Pasang perangkap ulat/kupu feromon jika perlu.
- Jaga kebersihan lahan & hindari kelembapan berlebih.
Penyakit umum:
- Busuk akar
- Layu bakteri
- Bercak daun
Pengendalian:
- Gunakan fungisida nabati (air rebusan serai/daun pepaya).
- Jangan tanam terlalu rapat.
- Rotasi tanaman setiap musim.
8. Perawatan Tambahan
- Penyiangan gulma setiap 1–2 minggu.
- Pembumbunan (menambah tanah di pangkal tanaman) saat umur 2–3 minggu agar kokoh.
- Pastikan sinar matahari cukup (6 jam/hari).
9. Panen
Sawi putih dapat dipanen pada usia 45–60 hari setelah tanam.Ciri siap panen:
- Krop (kepala) sudah padat dan besar.
- Daun berwarna hijau segar.
Panen dengan cara:
- Mencabut seluruh tanaman,atau
- Memotong pangkal batang menggunakan pisau tajam.
10. Pascapanen
- Cuci bersih dari lumpur.
- Sortir daun rusak.
- Simpan di ruangan sejuk atau lemari pendingin (tahan 5–7 hari).
Sumber: Bitanic Info