Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah salah satu tanaman umbi yang paling mudah dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini tahan terhadap kondisi panas, tidak memerlukan perawatan rumit, dan bisa dipanen dalam waktu relatif singkat (3–4 bulan). Karena itulah ubi jalar sering ditanam di kebun rumah, lahan pekarangan, hingga skala pertanian besar.
Artikel ini membahas langkah-langkah cara menanam ubi jalar mulai dari persiapan lahan, bibit, perawatan, hingga panen.
1. Syarat Tumbuh Ubi Jalar
Sebelum menanam, pastikan kondisi lingkungan sesuai:
- Iklim: Tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis.
- Suhu ideal: 21–27°C.
- Ketinggian: 0–1200 mdpl.
- Tanah: Gembur, berpasir, kaya bahan organik.
- pH tanah: 5,5–6,5.
- Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh.
2. Menyiapkan Lahan Tanam
a. Mengolah Tanah
- Gemburkan tanah menggunakan cangkul atau traktor sedalam 20–30 cm.
- Buat bedengan selebar 1 meter, tinggi 25–30 cm, dan jarak antar bedengan 50–70 cm.
b. Menambahkan Pupuk Dasar
Gunakan pupuk organik seperti:
- Kompos: 5–10 kg per meter persegi
- Kotoran hewan matang (pukan): 1–2 karung per 10 m²
Pupuk organik membuat tanah lebih gembur dan kaya nutrisi.
3. Memilih dan Menyiapkan Bibit
Ubi jalar biasanya ditanam menggunakan stek batang, bukan umbi.
Ciri bibit yang baik:
- Diambil dari tanaman induk yang sehat.
- Umur batang 2–3 bulan.
- Tidak terserang penyakit atau hama.
- Panjang stek 20–25 cm dengan 3–5 ruas daun.
Cara menyiapkan stek:
- Pangkas bagian ujung batang.
- Buang sebagian daun agar penguapan berkurang.
- Diamkan stek 1–2 jam sebelum tanam agar luka pangkasan mengering.
4. Cara Menanam Ubi Jalar
- Tanam stek dengan kemiringan ±45°.
- Masukkan 2–3 ruas batang ke dalam tanah.
- Jarak tanam ideal:
- 30–40 cm antar tanaman
- 70–90 cm antar baris
Tekan tanah perlahan agar stek berdiri stabil.
5. Perawatan Tanaman
a. Penyiraman
- Siram setiap hari pada 7–10 hari pertama agar stek cepat berakar.
- Setelah itu cukup 2–3 kali seminggu, kecuali musim kemarau.
b. Penyiangan Gulma
- Cabut gulma secara rutin agar tidak berebut nutrisi.
- Lakukan setiap 2–3 minggu.
c. Pembubunan
- Tambahkan tanah ke pangkal batang saat tanaman mulai merambat.
- Ini membantu pembentukan umbi lebih banyak.
d. Pemupukan Susulan
Pemupukan dapat diberikan pada umur:
- 20 hari dan
- 45 hari setelah tanam
Gunakan:
- Pupuk organik cair (POC), atau
- Campuran NPK dosis rendah, misalnya 5–10 gram per tanaman.
6. Hama dan Penyakit yang Harus Diwaspadai
Hama umum:
- Ulat grayak
- Kutu daun
- Penggerek batang
Penyakit:
- Busuk akar
- Bercak daun
Solusi:
- Gunakan pestisida organik (misalnya dari bawang putih, daun pepaya, atau serai).
- Pastikan kebun tidak terlalu lembap.
- Rotasi lahan untuk menghindari akumulasi penyakit tanah.
7. Waktu Panen
Ubi jalar dapat dipanen pada umur:
90–120 hari (3–4 bulan) tergantung varietas.
Tanda-tanda siap panen:
- Daun mulai menguning.
- Batang tampak mengering.
- Umbi terasa keras dan bentuknya membesar.
Cara panen:
- Bongkar bedengan dengan hati-hati menggunakan garpu/cangkul.
- Pastikan umbi tidak luka agar daya simpan lebih baik.
8. Pasca Panen
- Cuci umbi atau bersihkan dari tanah.
- Jemur 1–2 hari agar kulit mengeras dan rasa lebih manis (curing).
- Simpan di tempat kering dan sejuk.