Sayuran 05 November 2025 Admin

Cara Menanam Ubi Jalar: Panduan Lengkap untuk Pemula

Cara Menanam Ubi Jalar: Panduan Lengkap untuk Pemula

Ubi jalar (Ipomoea batatas) adalah salah satu tanaman umbi yang paling mudah dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini tahan terhadap kondisi panas, tidak memerlukan perawatan rumit, dan bisa dipanen dalam waktu relatif singkat (3–4 bulan). Karena itulah ubi jalar sering ditanam di kebun rumah, lahan pekarangan, hingga skala pertanian besar.

Artikel ini membahas langkah-langkah cara menanam ubi jalar mulai dari persiapan lahan, bibit, perawatan, hingga panen.

1. Syarat Tumbuh Ubi Jalar

Sebelum menanam, pastikan kondisi lingkungan sesuai:

  • Iklim: Tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis.
  • Suhu ideal: 21–27°C.
  • Ketinggian: 0–1200 mdpl.
  • Tanah: Gembur, berpasir, kaya bahan organik.
  • pH tanah: 5,5–6,5.
  • Cahaya: Membutuhkan sinar matahari penuh.

2. Menyiapkan Lahan Tanam

a. Mengolah Tanah

  • Gemburkan tanah menggunakan cangkul atau traktor sedalam 20–30 cm.
  • Buat bedengan selebar 1 meter, tinggi 25–30 cm, dan jarak antar bedengan 50–70 cm.

b. Menambahkan Pupuk Dasar

Gunakan pupuk organik seperti:

  • Kompos: 5–10 kg per meter persegi
  • Kotoran hewan matang (pukan): 1–2 karung per 10 m²

Pupuk organik membuat tanah lebih gembur dan kaya nutrisi.

3. Memilih dan Menyiapkan Bibit

Ubi jalar biasanya ditanam menggunakan stek batang, bukan umbi.

Ciri bibit yang baik:

  • Diambil dari tanaman induk yang sehat.
  • Umur batang 2–3 bulan.
  • Tidak terserang penyakit atau hama.
  • Panjang stek 20–25 cm dengan 3–5 ruas daun.

Cara menyiapkan stek:

  • Pangkas bagian ujung batang.
  • Buang sebagian daun agar penguapan berkurang.
  • Diamkan stek 1–2 jam sebelum tanam agar luka pangkasan mengering.

4. Cara Menanam Ubi Jalar

  • Tanam stek dengan kemiringan ±45°.
  • Masukkan 2–3 ruas batang ke dalam tanah.
  • Jarak tanam ideal:
    • 30–40 cm antar tanaman
    • 70–90 cm antar baris

Tekan tanah perlahan agar stek berdiri stabil.

5. Perawatan Tanaman

a. Penyiraman

  • Siram setiap hari pada 7–10 hari pertama agar stek cepat berakar.
  • Setelah itu cukup 2–3 kali seminggu, kecuali musim kemarau.

b. Penyiangan Gulma

  • Cabut gulma secara rutin agar tidak berebut nutrisi.
  • Lakukan setiap 2–3 minggu.

c. Pembubunan

  • Tambahkan tanah ke pangkal batang saat tanaman mulai merambat.
  • Ini membantu pembentukan umbi lebih banyak.

d. Pemupukan Susulan

Pemupukan dapat diberikan pada umur:

  • 20 hari dan
  • 45 hari setelah tanam

Gunakan:

  • Pupuk organik cair (POC), atau
  • Campuran NPK dosis rendah, misalnya 5–10 gram per tanaman.

6. Hama dan Penyakit yang Harus Diwaspadai

Hama umum:

  • Ulat grayak
  • Kutu daun
  • Penggerek batang

Penyakit:

  • Busuk akar
  • Bercak daun

Solusi:

  • Gunakan pestisida organik (misalnya dari bawang putih, daun pepaya, atau serai).
  • Pastikan kebun tidak terlalu lembap.
  • Rotasi lahan untuk menghindari akumulasi penyakit tanah.

7. Waktu Panen

Ubi jalar dapat dipanen pada umur:

90–120 hari (3–4 bulan) tergantung varietas.

Tanda-tanda siap panen:

  • Daun mulai menguning.
  • Batang tampak mengering.
  • Umbi terasa keras dan bentuknya membesar.

Cara panen:

  • Bongkar bedengan dengan hati-hati menggunakan garpu/cangkul.
  • Pastikan umbi tidak luka agar daya simpan lebih baik.

8. Pasca Panen

  • Cuci umbi atau bersihkan dari tanah.
  • Jemur 1–2 hari agar kulit mengeras dan rasa lebih manis (curing).
  • Simpan di tempat kering dan sejuk.

 

Sumber: Bitanic Info
Semua Artikel Kembali ke Beranda