Buah markisa (Passiflora edulis) merupakan tanaman merambat tropis yang dikenal dengan rasa asam-manis yang menyegarkan serta aroma khasnya. Selain dikonsumsi langsung, markisa juga banyak diolah menjadi sirup, jus, selai, dan bahan kosmetik alami. Indonesia memiliki potensi besar dalam budidaya markisa, terutama di daerah dataran tinggi seperti Sumatera Utara, Sulawesi, dan Jawa Barat.
1. Jenis-Jenis Markisa yang Umum Ditanam
Terdapat dua jenis utama markisa yang dibudidayakan di Indonesia:
- Markisa Ungu (Passiflora edulis Sims)
- Cocok di dataran tinggi (1.000–1.500 mdpl).
- Rasa lebih manis, kulit tipis, dan aroma kuat.
- Banyak ditemukan di daerah Sumatera Utara dan Jawa Barat.
- Markisa Kuning (Passiflora flavicarpa)
- Cocok di dataran rendah (0–800 mdpl).
- Rasa lebih asam, kulit tebal, dan tahan terhadap penyakit.
- Umumnya digunakan untuk industri minuman.
2. Syarat Tumbuh
Agar markisa tumbuh optimal, perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Iklim: Tropis dengan suhu ideal 20–30°C.
- Curah hujan: 1.000–2.500 mm per tahun.
- Tanah: Gembur, subur, memiliki drainase baik, dan pH 5,5–6,5.
- Ketinggian:
- Markisa ungu: 1.000–1.500 mdpl.
- Markisa kuning: 0–800 mdpl.
Tips: Hindari lahan tergenang air karena dapat menyebabkan akar busuk.
3. Persiapan Lahan dan Penanaman
a. Persiapan Lahan
- Bersihkan gulma dan sisa tanaman sebelumnya.
- Buat lubang tanam berukuran 40x40x40 cm.
- Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang ±10 kg per lubang.
- Jarak tanam ideal: 2,5 x 3 meter.
b. Penanaman Bibit
- Bibit bisa berasal dari biji, stek batang, atau okulasi.
- Tanam bibit saat awal musim hujan agar tanaman mendapat cukup air.
- Setelah tanam, pasang ajir (penyangga) agar tanaman bisa merambat.
4. Perawatan Tanaman
a. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan untuk membentuk percabangan produktif dan menjaga sirkulasi udara.Potong cabang yang terlalu panjang atau tidak produktif.
b. Pemupukan
- Pupuk dasar: Pupuk kandang dan dolomit (untuk menetralkan pH).
- Pupuk susulan:
- 1–3 bulan: Urea 50 g/tanaman.
- 4–6 bulan: NPK 100 g/tanaman.
- Setelah berbuah: Tambahkan pupuk KCl untuk meningkatkan kualitas buah.
c. Penyiraman dan Penyiangan
- Siram 2–3 kali seminggu tergantung cuaca.
- Lakukan penyiangan gulma secara rutin agar tidak mengganggu pertumbuhan.
5. Hama dan Penyakit
Beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang markisa:
Hama / Penyakit Gejala Cara Penanggulangan
· Ulat daun gejalanya Daun berlubang dan cara penangggulangannya Gunakan pestisida organik atau biopestisida neem
· Lalat buah gejalanya Buah busuk dari dalam cara penangggulangannya Gunakan perangkap metil eugenol
· Busuk akar gejalanya Daun menguning, tanaman layu cara penangggulangannya Pastikan drainase baik dan gunakan fungisida alami
· Jamur antraknosa gejalanya Bercak hitam pada daun dan buah cara penangggulangannya Semprot fungisida nabati (contoh: ekstrak daun sirih)
6. Masa Panen
- Markisa mulai berbuah pada umur 8–12 bulan setelah tanam.
- Buah siap panen ditandai dengan warna kulit berubah (ungu atau kuning) dan sedikit keriput.
- Hasil panen dapat mencapai 15–25 ton per hektar per tahun tergantung varietas dan perawatan.
Cara panen: Petik buah bersama tangkainya untuk menjaga kesegaran dan menghindari kerusakan kulit.
7. Pasca Panen dan Pemasaran
Setelah dipanen, buah markisa dapat:
- Dijual segar di pasar lokal.
- Diolah menjadi sirup, jus, selai, atau es krim markisa.
- Diekspor dalam bentuk pulp (daging buah siap olah) karena lebih tahan lama.
Nilai tambah: Produk olahan markisa memiliki harga jual 2–3 kali lipat dibanding buah segar.
8. Peluang Ekonomi
Permintaan markisa terus meningkat, baik untuk konsumsi lokal maupun ekspor.Selain itu, produk olahan markisa diminati industri minuman, farmasi, dan kosmetik alami karena kandungan vitamin C dan antioksidannya yang tinggi.Bagi petani muda, markisa bisa menjadi komoditas unggulan bernilai tinggi jika dikelola secara berkelanjutan.