Buah kedondong (Spondias dulcis) merupakan tanaman tropis yang banyak digemari karena rasanya yang segar dan kaya vitamin C. Selain dikonsumsi langsung, kedondong juga sering dijadikan bahan rujak, manisan, hingga jus. Menanam kedondong tidak terlalu sulit, asalkan dilakukan dengan teknik yang benar agar cepat berbuah dan hasilnya melimpah.
1. Pemilihan Bibit Unggul
Langkah pertama yang paling penting adalah memilih bibit unggul. Ada dua cara mendapatkan bibit:
- Bibit biji → murah, tapi waktu berbuah lebih lama (5–6 tahun).
- Bibit cangkok atau okulasi → lebih cepat berbuah (2–3 tahun) dan kualitas buah lebih terjamin.
Pilih bibit dari indukan yang sehat, berbuah lebat, dan bebas dari hama.
2. Persiapan Lahan dan Media Tanam
Kedondong bisa tumbuh baik di dataran rendah hingga 700 meter di atas permukaan laut dengan tanah gembur dan banyak unsur hara.
Langkah menyiapkan media tanam:
- Gemburkan tanah sedalam ±50 cm.
- Buat lubang tanam ukuran 60×60×60 cm.
- Campurkan tanah galian dengan pupuk kandang matang dan sedikit kapur dolomit untuk menetralkan pH.
- Diamkan lubang tanam 3–5 hari agar steril dari gas beracun.
3. Proses Penanaman
- Tanam bibit kedondong pada pagi atau sore hari.
- Pastikan posisi akar tegak lurus dan tidak tertekuk.
- Timbun dengan tanah hingga rapat, lalu siram air secukupnya.
- Beri ajir (penopang bambu) agar tanaman muda tidak roboh oleh angin.
4. Penyiraman dan Pemeliharaan
- Penyiraman: dilakukan setiap hari saat tanaman masih muda. Setelah tumbuh kuat, cukup 2–3 kali seminggu tergantung kondisi tanah.
- Penyiangan: bersihkan gulma di sekitar batang agar tidak berebut nutrisi.
- Pemangkasan: potong ranting-ranting tidak produktif untuk merangsang pertumbuhan cabang baru dan meningkatkan sirkulasi udara.
5. Pemupukan Rutin
Gunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik:
- Setiap 3 bulan: beri pupuk kandang atau kompos.
- Setiap 2 bulan: tambahkan NPK (15-15-15) dosis ±50 gram per pohon muda, dan tingkatkan seiring pertumbuhan.
- Tambahkan pupuk cair daun untuk mempercepat pembentukan bunga dan buah.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama umum pada kedondong:
- Ulat daun → makan daun muda.
- Kutu putih → menyerang pucuk dan buah muda.
- Lalat buah → menyebabkan buah busuk sebelum matang.
Gunakan pestisida nabati seperti campuran bawang putih + sabun cair untuk mengusir hama, atau semprot insektisida ringan bila serangan parah.
7. Panen dan Pascapanen
Tanaman kedondong mulai berbuah pada umur:
- 2–3 tahun untuk bibit cangkok,
- 5–6 tahun untuk bibit biji.
Ciri buah siap panen:
- Warna hijau mulai kekuningan,
- Ukuran maksimal dan keras.
Buah bisa dipetik langsung dengan tangan atau gunting tangkai buah. Simpan di tempat teduh agar tidak cepat layu.